MUNGKINKAH KAUM MINORITAS BERKUASA?

Tanggal 5 November 2008 mungkin akan menjadi tanggal bersejarah bagi seluruh rakyat Amerika. betapa tidak, dihari itu sejarah baru telah tercatat dengan kemenangan Barrack Obama, seorang senator Afro-America atas lawannya John McCain dalam pemilihan Presiden Amerika. Ini mungkin bukan yang pertama kalinya seorang minoritas menjadi pemimpin tertinggi Amerika Serikat. Sebelumnya John F. Kennedy seorang Katholik menjadi Presiden pada tahun 1960 di negara yang mayoritas memeluk Southern Baptist tersebut. Tetapi kemenangan Obama terasa berbeda dan sangat luar biasa. Isu lama rasisme warna kulit yang begitu kuat mengakar dalam kebudayaan Amerika Serikat, pupus sudah dengan lahirnya pemimpin baru yang jelas-jelas seorang Afro-America. Terpilihnya Barrack Obama seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi pemimpin besar Afro-Amerika lainnya, Marthin Luther King, Jr. Marthin yang merupakan pendeta muda Southern Baptist pernah mengucapkan pidatonya yang sangat terkenal "I have a Dream" di kota kelahirannya Detroit, bahwa kelak dia memimpikan Amerika yang memberikan hak dan perlakuan yang sama bagi seluruh rakyatnya tanpa membedakan warna kulit, agama, dan lain sebagainya. Obama telah membuktikan bahwa mimpi pemimpin besar itu telah menjadi kenyataan.
Tampilnya Obama telah membuktikan kepada dunia bahwa Amerika telah memberikan kesempatan yang sama kepada warganya untuk menjadi apapun yang dia bisa raih. Presiden kulit hitam di Amerika bukan lagi hadir dalam film-film hollywood, tetapi telah hadir dalam rentetan sejarah yang nyata bagi Amerika. Pemimpin yang membawa semangat baru, angin perubahan yang baru dan tentu saja warna yang baru bagi negara sebesar Amerika.
Bagaimana dengan Indonesia? Mungkinkah seorang minoritas akan berkuasa di negeri ini? Mungkinkah akan lahir Obama lain di Indonesia? Isu minoritas di Indonesia cukup beragam dan majemuk, ada yang berdasarkan pada warna kulit, suku bangsa dan yang tergresh dan sangat sensitif adalah agama. Amerika membutuhkan waktu lebih dari 300 tahun sejak kemerdekaannya untuk melahirkan seorang pemimpin minoritas yang berkharisma tinggi. Mungkinkah Indonesia akan membutuhkan waktu selama itu? Apakah seorang minoritas dapat mewujudkan mimpinya menjadi Presiden Indonesia kelak? Menurut saya seorang yang berasal dari luar pulau Jawa dapat menjadi seorang presiden Indonesia, tetapi seorang Kristen menjadi Presiden? Mimpi Kali Yee. Amat mustahil itu terjadi walaupun bukan berarti sama sekali tidak mungkin.
Tahun 2009 Indonesia akan merayakan pesta demokrasi diantaranya pemilihan presiden, dalam mimpi saya, kelak seorang presiden Indonesia non-muslim, atau mungkin dia berasal dari suku papua, Maluku atau Minahasa. Seorang Batak atau Bali, misalnya? Ah..! bermimpi saja kan boleh? Tetapi biarkan sejarah yang berbicara, mungkinkah hermeneutika zaman ini akan menentukan arah sejarah di masa depan. Biarkanlah generasi muda di masa depan yang akan menentukan langkahnya dengan memberikan kesempatan kepada anak bangsa terbaik yang berasal dari kaum minoritas untuk memimpin negeri ini. Semoga demikian.

Komentar

  1. harapan rakyat amerika adalah harapan kita semua, sekalipun demikian ada baiknya jika kita dapat berkaca dari pengalaman bangsa Amerika tersebut.

    BalasHapus

Posting Komentar